Showing posts with label investasi. Show all posts
Showing posts with label investasi. Show all posts

Tuesday, August 27, 2019

Apabila ibu kota baru di Samboja, Bumi Serpong Damai (BSDE) bisa ketiban untung


JAKARTA. Kabar yang beredar, pemindahan ibu kota baru akan jatuh di Samboja, Kalimantan Timur. Jarak tempuh Samboja-Balikpapan sekitar 47 km, sedangkan Samboja-Balikpapan sejauh 87 km. 





"Kami memproyeksikan akan ada sentimen positif bagi beberapa pengembang properti terutama yang memiliki land bank di Kalimantan Timur," jelas Analis Sucor Sekuritas, Joey Faustian, Senin (26/8). 





Sebelumnya, Kontan.co.id telah mempublikasikan data land bank milik PT Ciputra Development Tbk (CTRA) di wilayah Kalimantan Timur. 





Selain itu, Joey menyebut, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) juga akan terimbas sentimen tersebut. BSDE memiliki land bank lebih dari 500 hektare di Kalimantan Timur. Adapun, sebanyak lebih dari 270 hektare di Balikpapan dan sebanyak 245 hektare di Samarinda. 





"Apabila kabar tersebut benar, BSDE akan menjadi yang paling diuntungkan karena Samboja dekat dengan Balikpapan," ujar dia. 





Adapun, CTRA memiliki land bank lebih luas yaitu 870 hektare di Kalimantan. Sebanyak 590 hektare berlokasi di Samarinda dan seluas 30 hektare di Balikpapan. 





Analis Samuel Sekuritas Selvie Ocktaviani juga menambahkan selain properti, emiten konstruksi juga akan diuntungkan. "Karena proyek pembangunan akan besar, tidak mungkin sanggup diserap oleh salah satu emiten saja," jelas dia.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/apabila-ibu-kota-baru-di-samboja-bumi-serpong-damai-bsde-bisa-ketiban-untung





Reporter: Benedicta Prima 
Editor: Noverius Laoli





ingin bersih-bersih namun tidak mempunyai waktu luang? serahkan kepada kami, jasa bersih kost dan rumah jogja


Harga emas Antam hari ini pecahkan rekor baru, berapa potensi laba investornya?


JAKARTA. Hari ini (26/8) harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) kembali pecahkan rekor tertinggi sepanjang masa. 





Segera orang membayangkan bahwa para investor emas panen untung kalau menjual emasnya pada saat harga tinggi. Harga pecahkan rekor tertinggi, pasti investornya juga untung, dong? 





Anggapan seperti itu tidak tepat. Harga emas memang memecahkan rekor, tapi tidak berarti investor bisa menjual emasnya dengan harga rekor tersebut.





Ya, asal tahu saja, selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga jual emas dan harga beli kembali (buyback)





Sebagai contoh, harga jual pecahan satu gram emas Antam hari ini, Senin (26/8) berada di Rp 774.000. Hari ini juga, harga pembelian kembali (buyback) yang ditetapkan oleh Logam Mulia Antam adalah Rp 700.000.





Perhatikan, terdapat selisih harga Rp 74.000 antara harga jual dan harga beli Antam tersebut.





Harga jual adalah harga Anda membeli emas dari gerai Logam Mulia. Adapun harga buyback adalah harga beli oleh gerai Logam Mulia ketika Anda menjual kembali emas tersebut kepada mereka.





Dengan pengertian tersebut, mari kita berandai-andai pagi tadi Anda membeli emas dari Antam dengan dengan harga Rp 774.000 per gram.





Lalu, siang ini, karena suatu sebab tiba-tiba Anda butuh uang sangat mendesak. Anda terpaksa menjual kembali emas yang Anda beli tadi pagi ke gerai Logam Mulia Antam.





Jangan kaget, emas yang sama cuma akan dihargai Rp 700.000 per gram. Dengan kata lain, Anda langsung rugi 9,5% hanya dalam tempo beberapa jam!





Siapa saja perlu mencermati dua macam harga itu kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut sekaligus, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.





Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi lagi sehingga mampu menutup selisih tadi, sekaligus memberikan laba.





Sekadar ilustrasi, berikut ini kalkulasi potensi untung/rugi andaikata kita menjual emas kepada Logam Mulia Antam dengan harga buyback yang berlaku hari ini, 26 Agustus 2019, yaitu Rp 700.000 per gram.





  • Membeli emas pada 1 Agustus 2019 (Rp 702 per gram) = -0,35% (rugi)
  • Membeli emas pada 1 Juli 2019 (Rp 699 per gram) = 0,14% (untung)
  • Membeli emas pada 2 Januari 2019 (Rp 665 per gram) = 5,26% (untung)
  • Membeli emas pada 23 November 2019 (Rp 611 per gram) = 14,56% (untung)




Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/harga-emas-antam-hari-ini-pecahkan-rekor-baru-berapa-potensi-laba-investornya?page=2





Reporter: Hasbi Maulana 
Editor: Hasbi Maulana





rumah baru masih berantakan? hubungi cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik


Tips cuan di tengah ancaman resesi global ala Lo Kheng Hong


JAKARTA. Sejumlah faktor global memicu munculnya isu resesi beberapa waktu belakangan. Sebut saja perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, hingga terbaliknya kurva yield surat utang AS. Kondisi ini sempat membuat investor global cemas. Bisa dilihat dari pergerakan pasar saham global yang tergerus saat memanasnya perang dagang antara dua negara besar dunia. 





Namun, tidak demikian halnya dengan investor kawakan pasar saham Indonesia Lo Kheng Hong. Sebaliknya, dia tetap optimistis dengan prospek investasi di sektor saham. Lo Kheng Hong bahkan tengah gencar menaruh uangnya di pasar saham di tengah penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI). 





Menurutnya, saat ini, banyak saham yang 'salah harga', tapi fundamentalnya bagus.  Menurut Lo Kheng Hong, penurunan suku bunga justru membuat saham prospektif karena pergerakan harga ikut turun. 





"Hari esok itu misteri, tidak ada yang bisa memprediksi. kalau suku bunga turun, bagus untuk membeli saham," jelas Lo Kheng Hong dalam acara Capital Market Summit & Expo 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (23/8).  





Investor yang dikenal dengan semboyan 'membeli saham yang salah harga' tersebut menjelaskan saat suku bunga turun, justru dia sering menemukan saham salah harga tersebut. Salah harga yang dimaksud adalah harga saham yang turun mengikuti penurunan suku bunga, namun penurunan tersebut terlalu murah bila dibandingkan dengan fundamental perusahaan. 





"Kalau bagus dan murah, under value, saya beli, ngak peduli hari esok," jelasnya. 





Investor yang dijuluki Warren Buffet Indonesia tersebut menjelaskan, valuasi saham bisa dilihat dari perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham atau price earning ratio (PER) dan membandingkan harga saham dengan nilai bukunya atau price to book value ratio (PBVR).





Untuk mencari saham salah harga tersebut, Lo Kheng Hong mematok PER di bawah lima kali dan PBV di bawah satu kali.  Selain itu, dia juga menyarankan para investor untuk mengamati laporan keuangan. Sehingga investor bisa membeli perusahaan yang berkinerja bagus tetapi valuasinya murah. 





Jaga emosi saat bermain saham





Dia juga sempat memberikan tips bagaimana seorang investor harus bersikap:





Pertama, tetap berpikir positif dan bisa menjaga emosinya selama bermain saham. Dia menyebut-nyebut hal itu menjadi kunci utama dalam bermain saham. 





Kedua, investor juga tak boleh buru-buru menjual sahamnya saat harga terperosok atau kerap dikenal cut loss.





 





Ketiga, investor juga tak boleh serakah menunggu harga naik tinggi baru menjualnya. Caranya dengan memahami emiten yang sahamnya akan kita beli. "Kalau kita tahu yang kita beli perusahaan bagus dan murah, maka tenang saja, jadi tidak ada ketakutan untuk menambah," jelasnya.





Perlu disadari bahwa bermain saham memiliki risiko yang lebih besar dari pada menyimpan dana di perbankan. Namun imbal hasilnya juga lebih besar.





 





Dengan kesadaran tersebut, maka bisa dipastikan bahwa harga saham bisa saja turun sewaktu-waktu. Namun saat harga turun itu, justru seharusnya investor tidak melepas, malah menambah pasokannya. "Kalau turun, pikir positif, itu diskon, jadi beli lebih banyak," imbuh dia. 





Namun, dengan syarat, investor sudah memahami fundamental perusahaan. Serta menerapkan rumus saham salah harga yang dipopulerkan oleh Lo Kheng Hong. 





Sumber :   https://investasi.kontan.co.id/news/tips-cuan-di-tengah-ancaman-resesi-global-ala-lo-kheng-hong?page=2





Reporter: Benedicta Prima 
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie





cleaning service panggilan jogja terbaik dengan layanan memuaskan dan harga terjangkau, hubungi kami segera


Harga naik hampir dua kali lipat dalam tiga bulan, begini valuasi saham CLEO


JAKARTA. Harga saham CLEO (PT Sariguna Primatirta Tbk) terus mencetak rekor baru.





Akhir pekan lalu, Jumat (23/8), harga saham CLEO ditutup di posisi KRW 660 per saham.





Dalam sepekan, saham CLEO naik 8,2%.





Jika dihitung dalam sebulan, kenaikan harga saham CLEO mencapai 32%.





Saham CLEO mulai bergerak naik sejak Mei lalu.





Dalam tiga bulan terakhir, harga saham CLEO sudah naik hampir dua kali lipat, tepatnya sebesar 91,86%.





Dihitung sejak awal tahun, kenaikan harga saham CLEO mencapai 132,39%.





Kenaikan harga saham CLEO ditopang oleh kinerja Sariguna Primatirta yang mencatatkan lonjakan kinerja.





Per semester I-2019, pendatapan Sariguna Primatirta naik 35,83% menjadi Rp 491,98 miliar.





Sementara laba bersih produsen air minum dalam kemasan (AMDK) dengan merek Cleo itu melonjak 130,55% menjadi 63,94 miliar.





Laba bersih per saham CLEO per akhir Juni 2019 sebesar Rp 5,32 per saham.





Meski laba bersih per saham melonjak, kenaikan harga saham membuat valuasi saham CLEO semakin tinggi.





Jika disetahunkan, laba bersih per saham CLEO sebesar Rp 10,64.





Dengan harga saham Rp 660 per saham, rasio harga saham terhadap laba bersih per saham alias price to earning ratio (PER) CLEO mencapai 62 kali.





Sementara itu, rasio harga saham terhadap nilai buku per saham alias price to book value (PBV) CLEO saat ini sudah sebesar 11,38 kali.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/harga-naik-hampir-dua-kali-lipat-dalam-tiga-bulan-begini-valuasi-saham-cleo
Reporter: Herry Prasetyo 
Editor: Herry Prasetyo





rumah anda kotor? jangan khawatir klik cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik


Delapan saham naik, ini 10 saham LQ45 dengar PER terkecil (23 Agustus 2019)


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun pada Jumat (23/8). Saat bursa saham tutup lapak, IHSG naik 16,35 poin (0,26%) dari penutupan sebelumnya, lalu hinggap di angka indeks 6.255,60.





LQ45, indeks saham dengan konstituen saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid, bertambah 2,88 poin (0,09%) ke 975,26.





Kompas100 yang beranggotakan seratus saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar terbesar, juga menghijau. Indeks terbitan Kompas ini naik 2,10 poin (+0,17%), lalu hinggap di 1.263,19.





Matahari Department Store (LPPF), Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), dan Adaro Energy Tbk (ADRO) berada di posisi tiga pertama daftar saham LQ45 dengan PER positif terkecil secara berurutan; masing-masing 3,74 kali, 3,86 kali, dan 4,14 kali.





Posisi selanjutnya diisi oleh PTBAUNTRITMGMNCNBBTNINKP, dan BBNI





Sejalan dengan IHSG yang menghijau, delapan dari 10 saham LQ45 dengan PER terendah naik harga dibanding penutupan sebelumnya.





Saham-saham itu adalah LPPF, ADRO, Bukit Asam Tbk (PTBA), United Tractor Tbk, (UNTR), Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), Bank Negara Indonesia (BBNI), dan Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP).





Sebaliknya, ada dua saham yang turun harga, yaitu SRIL dan Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).





10 Saham LQ45 dengan PER Terendah
KodeHarga (22/8)Harga (23/8)PBVPER
LPPF3.0303.1005,13,74
SRIL3383360,843,86
ADRO1.0201.0850,554,14
PTBA2.4202.4901,636,3
UNTR19.97520.5001,316,75
ITMG12.02512.0751,096,81
MNCN1.2601.2551,577,75
BBTN2.1802.1900,948,87
INKP6.9006.9500,699,16
BBNI7.6007.6251,229,31




Sumber: RTI





Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil angka PER maka semakin murah pula harga saham tersebut dibanding saham-saham lain dalam sektor usaha yang sama.





Price earning ratio (PER) adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham. Penurunan harga saham di bursa secara otomatis akan menurunkan pula nilai PER kalau pada saat yang sama tidak terjadi perubahan laba bersih per saham.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/delapan-saham-naik-ini-10-saham-lq45-dengar-per-terkecil-23-agustus-2019?page=2





Reporter: Hasbi Maulana 
Editor: Hasbi Maulana





butuh cleaning service panggilan jogja ? segera hubungi kami


Membuka pekan, harga emas (XAU/USD) hari ini gap atas 0,82%


 JAKARTA. Senin pagi (16/8), harga emas hari ini di pasar spot (XAU/USD) dibuka menguat.





Platform chart Tradingview yang mengutip data perdagangan XAU/USD dari broker Oanda menunjukkan, perdagangan XAU/USD dibuka dengan gap atas. Harga XAU/USD dibuka pada harga 1.539,725 per ons troi.





Dibandingkan dengan harga penutupan akhir pekan lalu (23/8) sebesar 1.497,946, berarti harga pagi ini dibuka dengan lompatan 0,82%.





Bisa jadi gairah harga emas akan berlanjut hari ini. Ketika tulisan ini masuk server, harga XAU/USD sudah lebih tinggi lagi berkisar di 1544-an.





Sebelumnya harga sempat berada pada harga 1.555,18 namun tertekan kembai.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/membuka-pekan-harga-emas-xauusd-hari-ini-gap-atas-082





Reporter: Hasbi Maulana 
Editor: Hasbi Maulana





apakah anda ingin rumah atau kos anda bersih, namun tidak memiliki waktu untuk membersihkannya? hubungi kami segera cleaning service panggilan jogja


Bigbang dan Blackpink menopang pergerakan saham YG Entertainment


 JAKARTA. Bigbang dan Blackpink menjadi penopang pergerakan saham YG Entertainment sepanjang pekan lalu.





Sham YG Entertainment berhasil menguat meski tipis di tengah sentimen negatif dari kasus perjudian ilegal yang menjerat pendiri YG Entertainment Yang Hyun Suk dan mantan anggota Bigbang Seungri.





Pada akhir pekan lalu, Jumat (23/8), saham YG Entertainment ditutup di posisi KRW 21.250 per saham, turun 1,62% dibandingkan hari sebelumnya.





Sementara, sepekan sebelumnya, Jumat (16/8), harga saham YG Entertainment ditutup di posisi KRW 21.000 per saham.





Artinya, dalam sepekan, harga saham YG Entertainment berhasil naik 1,19%.





Sepanjang pekan lalu, harga saham YG Entertainment bergerak cukup fluktuatif.





Di awal pekan, saham YG Entertainment mendarat di zona hijau bertepatan dengan perayaan ulang tahun Idol K-Pop Bigbang.





Saat itu, harga saham YG Entertainment naik 1,9% menjadi KRW 21.400 per saham.





Setelah turun tipis di perdagangan hari berikutnya, saham YG Entertainment kembali ke zona hijau pada Rabu (21/8).





Saat itu, saham YG mencatatkan kenaikan sebesar 5,15% menjadi KRW 22.450 per saham.





Salah satu sentimen positif yang menopang penguatan saham YG adalah terpilihnya Blakcpink dalam nominasi nominasi MTV Video Music Awards 2019 di kategori Best Group.





Sayang, setelah itu saham YG Entertainment kembali tertekan karena tidak adanya sentimen positif yang kuat.





Sementara, kasus perjudian ilegal yang menyeret pendiri YG Entertainment Yang Hyun Suk dan mantan anggota Bigbang Seungri masih menjadi sentimen negatif bagi saham YG Entertainment.





Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Yang Hyun Suk telah dilarang meninggalkan Korea Selatan dan menjadi tahanan negara.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/bigbang-dan-blackpink-menopang-pergerakan-saham-yg-entertainment?page=1





Reporter: Herry Prasetyo 
Editor: Herry Prasetyo





apakah anda ingin rumah atau kos anda bersih, namun tidak memiliki waktu untuk membersihkannya? hubungi kami segera cleaning service panggilan jogja


Catatkan penurunan saham terdalam, simak prospek saham 10 emiten LQ45


JAKARTA. Dari 45 emiten yang menjadi anggota indeks LQ45, ada sepuluh emiten yang menunjukkan penurunan harga saham terdalam sepanjang lima tahun ke belakang.





Hingga perdagangan Jumat (23/8), emiten yang menduduki peringkat pertama kategori tersebut adalah PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dengan penurunan harga saham mencapai 79,05% menjadi Rp 3.100 per saham.





Disusul oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan penurunan 65,31% dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang turun 64,30%.





Konstituen indeks LQ45 dengan penurunan saham terdalam selanjutnya adalah PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Astra International Tbk (ASII), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).





Kepala Riset Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardy mengatakan, penurunan saham LPPF disebabkan oleh sentimen kerugian yang dibukukan atas Mataharimall.com. Sebagai informasi, LPPF menginvestasikan Rp 769,77 miliar pada situs e-commerce yang diluncurkan pada 2015 ini. 





Sayangnya, di tengah perjalanan, LPPF melakukan peninjauan kembali atas investasi ini dan menghasilkan pengakuan atas kerugian penurunan nilai sebesar Rp769,77 miliar yang telah diakui pada laporan laba rugi konsolidasian.





Kerugian penurunan nilai tersebut menekan laba yang dibukukan LPPF pada 2018 menjadi Rp 1,09 triliun atau turun 42% dari posisi 2017 yang sebesar Rp 1,9 triliun.





Sementara itu, penurunan harga saham PGAS disebabkan oleh adanya sentimen berupa instruksi pemerintah untuk menurunkan tarif dan margin distribusi gas.





Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi.





Beleid tersebut memerintahkan  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk melarang perusahaan distributor gas menjual gas dengan harga lebih dari US$6 per MMBTU untuk enam sektor industri yang banyak menggunakan gas, yaitu industri pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet.





Kemudian, menurut Robertus, penurunan harga saham emiten media terutama SCMA disebabkan oleh penurunan laba akibat kenaikan beban.





Memang, jika dilihat SCMA laba bersih turun dari mengalami penurunan dari 2015 ke 2016 dan 2017 lalu baru naik kembali pada 2018. Sementara itu, harga saham ITMG turun karena mendapat sentimen dari anjloknya harga batubara.





Meskipun begitu, Robertus mengatakan bahwa fundamental emiten-emiten di atas masih tergolong bagus.  Akan tetapi, ke depannya, ia melihat masih banyak tantangan eksternal untuk bisnis emiten-emiten tersebut.





“Rekomendasi saham masih netral, tantangan masih berat seperti lima tahun sebelumnya,” kata dia saat dihubungi Kontan.co.id, Sabtu (24/8).





Bernada serupa, Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony juga menyarankan investor untuk menghindari dulu saham-saham tersebut. “Belum ada tanda-tanda pembalikan arah dari saham-saham tersebut,” ucap dia.  





Untuk emiten-emiten dengan penurunan kinerja saham terdalam selanjutnya,Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilanus Nico Demus mengatakan, saham EXCL turun karena adanya pembukuan kerugian pada 2018 sebesar Rp 3,30 triliun karena keperluan ekspansi dan lain-lain.





Berbanding terbalik dari tahun sebelumnya yang mencatatkan laba Rp 375 miliar. Berdasarkan catatan Kontan.co.id, hal ini disebabkan oleh adanya biaya penyusutan yang dipercepat karena pengurangan penggunaan jaringan 2G yang tekah dimatikan, dibongkar, dan usang atau tidak digunakan lagi, Langkah ini diambil karena XL Axiata akan fokus menggarap bisnis data dan menjadi penyedia internet seluler.





Selanjutnya, penurunan saham SMGR disebabkan oleh adanya kelebihan pasokan semen dan industri semen Indonesia yang akan menghadapi persaingan bebas ke depannya.





Sementara itu, menurut Nico saham ASII turun karena perusahaan ini kurang berinovasi dalam produknya. “ASII tidak pernah berbenah untuk membuat sesuatu produk otomotif yang baru, yang segar, dengan biaya terjangkau.Alhasil, ketika ada saingannya muncul dengan memberikan harga dan fitur yang lebih baik, ASII tidak bisa bersaing,” kata dia.





Kemudian, penurunan saham AKRA disebabkan oleh kinerja keuangan AKRA. Per semester  I-2019, pendapatan AKRA menurun 13,37% year on year, dari Rp 11,21 triliun menjadi Rp 9,71 triliun. “Penurunan ini dipengaruhi oleh distribusi produk dan penurunan harga secara global untuk bahan kimia selama semester 1 lalu. Patut kita ingat bahwa 90% pendapatan AKRA berasal dari perdagangan dan distribusi,” kata dia.





Selanjutnya, penurunan harga saham BSDE disebabkan daya beli properti yang sempat lesu dari tahun lalu hingga pertengahan 2019. Ditambah lagi, adanya tren kenaikan suku bunga yang membuat pasar kurang bergairah.





Meskipun begitu, Nico melihat peluang kenaikan harga saham pada emiten-emiten tersebut. Untuk EXCL, ia melihat adanya perbaikan dari segi pendapatan dan laba pada paruh pertama tahun ini.





Selain itu, EXCL juga terus melakukan ekspansi yang terlihat dari peningkatan infrastruktur 4G dan persiapan jaringan 5G melalui fiberisasi, serta adanya penambahan jumlah pelanggan.





Menurut Nico, hal ini akan menjadi modal yang cukup baik bagi EXCL untuk semester 2-2019 dan untuk bersaing di bisnis ini.





Untuk SMGR, ia melihat secara jangka panjang, saham ini memiliki valuasi yang menarik. “Tapi penguasaan pasar diperlukan untuk saat ini, apalagi ke depannya sektor infrastruktur masih akan terus menggeliat, di mana industri semen mengambil bagian di dalamnya,” kata dia. Jika berhasil mengambil peluang ini, menurut Nico SMGR masih akan terus tumbuh selama lima tahun ke depan.





Secara teknikal, saham SMGR juga telah bangkit secara konsisten sejak Mei 2019 setelah sempat terjerembab sejak Juli 2018. Menurut dia, hal ini akan menjadi bekal bagi SMGR terus mengalami kenaikan. 





Untuk ASII, ia juga melihat adanya peluang kenaikan karena adanya sentimen positif untuk sektor perkebunan akibat adanya perang dagang AS-China dan kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan biodiesel. Pasalnya, per semester I-2019, penurunan laba bersih ASII secara keseluruhan banyak disumbang oleh segmen komoditas perkebunan.





Selanjutnya, berbicara AKRA, Nico melihat emiten ini agak sedikit sulit pada tahun ini. “Tahun ini AKRA juga akan membantun 25 SPBU tapi sejauh ini baru memiliki 9 SPBU,” kata dia. Secara teknikal, saham AKRA juga cenderung fluktuatif meski menunjukkan tanda-tanda akan bangkit kembali.





Ia juga melihat peluang kenaikan saham BSDE. Hal itu didorong oleh pendapatan BDSE yang naik 15,38% secara tahunan per semester I-2019. Laba BSDE juga naik 411,37% year on yar pada paruh pertama tahun ini. “Laba tersebut berasal dari DIRE yang dilakukan terhadap Plaza Indoensia beberapa waktu lalu,” ucap dia.





Di samping adanya tanda-tanda yang dapat mendorong kenaikan saham-saham tersebut ke depannya, Nico juga mengatakan bahwa valuasi saham-saham tersebut sudah murah sehingga menjadi waktu yang tepat untuk berbelanja.





Ia merekomendasikan buy terhadap semua saham tersebut, dengan target harga akhir tahun untuk EXCL Rp 3.850, SMGR Rp 13.825, ASII Rp 8.000, AKRA Rp 4.900, dan BSDE Rp 1.750.





Meskipun begitu, ia mengingatkan investor bahwa isu perang dagang AS-China yang masih terus bergulir berpotensi menimbulkan gelojak bagi perekonomian global, termasuk Indonesia beserta pasar sahamnya.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/catatkan-penurunan-saham-terdalam-simak-prospek-saham-10-emiten-lq45?page=1





Reporter: Nur Qolbi 
Editor: Noverius Laoli





rumah kotor, berantakan, dan kurang nyaman? mungkin anda harus membersihkannya, klik cleaning service rumah jogja untuk mendapatkan pelayanan terbaik


Ini 10 saham pencetak untung terbesar di pekan lalu (19-23 Agustus 2019)


 JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,26% ke level 6.255,60 pada penutupan perdagangan Jumat (23/8). Namun selama sepekan lalu, IHSG melemah 0,49%.





Selama perdagangan pekan lalu (19 Agustus-23 Agustus 2019), saham ARTOmenjadi saham pencetak untung terbesar atau top gainers. Di periode tersebut harga saham ARTO melejit 55,14% menjadi Rp 830 per saham.





Per 21 Agustus 2019, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetop sementara perdagangan saham ARTO.





Saham pencetak untung terbesar kedua yakni ARKA yang harganya menguat 44,63% ke level Rp 1.750 per saham di periode sama.





Berikut 10 saham yang menjadi top gainers di perdagangan periode 19 Agustus-23 Agustus 2019:





10 Saham Top Gainers di Pekan Lalu (19-23 Agustus 2019)
KodeHarga (Rp)Perubahan Sepekan (%)PEREPSPBV
ARTO83055,14-36,09-239,88
ARKA1.75044,63437,54350
JRPT77033,9111,16691,55
CCSI32231,975,46591,09
YPAS45631,79-65,14-72,64
FIRE2.44029,79203,331210,66
PORT63018,8757,27111,9
MCOR15217,8350,6731,01
KOTA47416,75005,85
DWGL20016,28-9,52-21-13,33




Sumber: RTI





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/ini-10-saham-pencetak-untung-terbesar-di-pekan-lalu-19-23-agustus-2019






Reporter: Khomarul Hidayat 
Editor: Komarul Hidayat






Ingin kost anda bersih maksimal tanpa mengeluarkan tenaga? segera hubungi cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik


Thursday, August 22, 2019

Delapan saham turun bareng IHSG, ini 10 saham LQ45 dengan PER terkecil (21/8)


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun tipis Rabu (21/8). Saat bursa saham tutup lapak, IHSG turun 42.77  poin (-0.68%) dari penutupan sebelumnya, lalu hinggap di angka indeks 6,252.97.





LQ45, indeks saham dengan konstituen saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid, turun 11,15 poin (-1,13%) ke 971,55.





Kompas100 yang beranggotakan seratus saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar terbesar, juga memerah. Indeks terbitan Kompas ini turun 11,64 poin (-0,91%), lalu hinggap di 1.261,99.





Matahari Department Store (LPPF), Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), dan Adaro Energy Tbk (ADRO) berada di posisi tiga pertama daftar saham LQ45 dengan PER positif terkecil secara berurutan; masing-masing 3,8 kali, 3,89 kali, dan 4,86 kali.





Posisi selanjutnya diisi oleh PTBAUNTRITMGMNCNBBTNBBNI dan INKP.





Sejalan dengan IHSG yang merah, delapan dari 10 saham LQ45 dengan PER terendah turun harga dibanding penutupan sebelumnya.





Saham-saham itu adalah LPPFADRO, United Tractor Tbk, (UNTR), Bukit Asam Tbk (PTBA), Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG),  Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), Bank Negara Indonesia (BBNI), dan Indah Kiat Pul & Paper Tbk (INKP).





Sebaliknya, satu-satunya saham yang naik harga adalah Media Nusantara Citra Tbk (MNCN),





Adapun saham yang tidka berubah harga adalah SRIL.









Berikut ini daftar 10 saham LQ45 dengan PER terendah, tercatat 21 Agustus 2019.





10 Saham LQ45 dengan PER Terendah
KodeHarga (20/9)Harga (21/8)PBVPER
LPPF3.1603.1505,183,8
SRIL3383380,853,89
ADRO1.0501.0300,524,86
PTBA2.4602.4201,596,13
UNTR20.55020.0251,286,6
ITMG12.92512.4001,126,99
MNCN1.2601.2951,627,99
BBTN2.2302.1700,938,79
BBNI7.7507.5751,219,25
INKP7.1507.0750,79,32




Sumber: RTI





Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil angka PER maka semakin murah pula harga saham tersebut dibanding saham-saham lain dalam sektor usaha yang sama. Price earning ratio (PER) adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham. Penurunan harga saham di bursa secara otomatis akan menurunkan pula nilai PER kalau pada saat yang sama tidak terjadi perubahan laba bersih per saham.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/delapan-saham-turun-bareng-ihsg-ini-10-saham-lq45-dengan-per-terkecil-218





apakah anda ingin rumah atau kos anda bersih, namun tidak memiliki waktu untuk membersihkannya? hubungi kami segera cleaning service panggilan jogja


Simak rekomendasi saham Profindo Sekuritas untuk perdagangan hari ini


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,14% ke level 6.381,54 pada perdagangan Kamis (1/8). Untuk perdagangan hari ini, Jumat (2/8) berikut ini rekomendasi teknikal Analis Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W. P. Pratama.





1. PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI)





Pada perdagangan Kamis (1/8) ditutup pada level Rp 625 atau menguat Rp 25. Secara teknikal, candle terbentuk three inside up mengindikasikan rebound.Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 645





2. PT Indika Energy Tbk (INDY)





Pada perdagangan Kamis (1/8) ditutup pada level Rp 1.510 atau menguat Rp 25. Secara teknikal, candle terbentuk white spinning mengindikasikan rebound.Indikator stochastic golden cross dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 1.600 dan stoploss kurang dari Rp 1.500.





3. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)





Pada perdagangan Kamis (1/8) ditutup pada level Rp 1.390 atau menguat Rp 15. Secara teknikal, pola terbentuk triangle mengindikasikan bullish. Indikatorstochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 1.465 dan stoploss kurang dari Rp 1.365





4. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE)





Pada perdagangan Kamis (1/8) ditutup pada level Rp 346 atau menguat Rp 12. Secara teknikal, candle terbentuk two white soldiers mengindikasikan  rebound.Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 358





5. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)





Pada perdagangan Kamis (1/8) ditutup pada level Rp 820 atau menguat Rp 10. Secara teknikal, candle terbentuk white candle mengindikasikan rebound.Indikator stochastic golden cross dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 850





6. PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)





Pada perdagangan Kamis (1/8) ditutup pada level Rp 710 atau menguat Rp 10. 





Secara teknikal, candle terbentuk two white soldiers mengindikasikanbullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 730 dan stoploss kurang dari Rp 690





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/simak-rekomendasi-saham-profindo-sekuritas-untuk-perdagangan-hari-ini
Reporter: Nur Qolbi 
Editor: Herlina Kartika





rumah berantakan, kotor, dan kurang nyaman? klik cleaning service rumah jogja untuk mendapatkan solusi terbaik


IHSG turun ke 6.258 hingga akhir perdagangan sesi I


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun makin dalam pada akhir perdagangan sesi I, Rabu (21/8). IHSG ditutup melemah 36,78 poin atau 0,58% ke 6.258,96.





Sembilan sektor memberatkan langkah IHSG hingga siang ini. Hanya sektor perdagangan dan jasa yang menguat sebesar 0,29% hingga tengah hari ini. 





Sektor properti dan konstruksi merosot hingga 0,90%. Sektor barang konsumen turun 0,87%. Sektor industri dasar melemah 0,83%. Sektor manufaktur dan keuangan turun masing-masing 0,77% dan 0,75%.





Total volume transaksi bursa mencapai 10,92 miliar saham dengan nlai transaksi Rp 3,38 triliun. Sebanyak 235 saham turun harga. Sedangkan 136 saham menguat dan 133 saham bergerak mendatar.





Hanya empat penghuni LQ45 yang menguat hingga siang ini. Keempat saham ini adalah:





  • PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) 1,98%
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) 0,98%
  • PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) 0,59%
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) 0,11%.




Top losers LQ45 terdiri dari:





  • PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) -3,09%
  • PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) -2,66%
  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO) -2,35%




Investor asing mencatat penjualan bersih Rp 143,82 miliar di seluruh pasar hingga siang ini. Saham-saham dengan net sell terbesar adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 30,9 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 14,3 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 13,4 miliar.





Saham-saham dengan pembelian bersih tebesra asing adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 35,6 miliar, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 29,7 miliar, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 10,6 miliar.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-turun-ke-6258-hingga-akhir-perdagangan-sesi-i
Reporter: Wahyu Tri Rahmawati 
Editor: Wahyu Rahmawati





rumah kotor, berantakan, dan kurang nyaman? mungkin anda harus membersihkannya, klik cleaning service jogja untuk mendapatkan pelayanan terbaik


IHSG berbalik turun, sejumlah saham ini masih mencatat net buy asing


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun curam satu jam sebelum penutupan perdagangan sesi I, Rabu (21/8). IHSG turun 0,40% atau 25 poin ke 6.270 pada pukul 11.53 WIB.





Delapan sektor menurun dengan penurunan terbesar pada sektor properti dan konstruksi. Sektor ini melemah 0,83%, disusul sektor barang konsumen yang tergerus 0,76%. Sektor manufaktur dan industri dasar pun mencetak penurunan masing-masing 0,58% dan 0,54%.





Aksi jual asing pun membesar menjelang siang ini. Net sell di pasar reguler mencapai Rp 81,57 miliar. Sedangkan net sell di seluruh pasar sebesar Rp 56,37 miliar.





Tapi, sejumlah saham masih mencatat net buy tebal hingga siang ini. Sejumlah saham yang masih dibeli asing adalah:





  • PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 33,9 miliar
  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan net buy Rp 27,5 miliar
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dengan net buy Rp 10,6 miliar
  • PT Gudang Garam Tbk (GGRM) senilai Rp 3,2 miliar
  • PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sebesar Rp 2,6 miliar




Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah:





  • PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan net sell Rp 13,9 miliar
  • PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) sebesar Rp 12,6 miliar, 
  • PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebesar Rp 10,8 miliar
  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 9,6 miliar
  • PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) Rp 9,4 miliar.




Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-berbalik-turun-sejumlah-saham-ini-masih-mencatat-net-buy-asing





Reporter: Wahyu Tri Rahmawati 
Editor: Wahyu Rahmawati





apakah anda ingin membersihkan rumah atau kost anda namun tidak memiliki waktu luang? serahkan kepada kami, klik jasa bersih rumah dan kost jogja untuk solusi terbaik


Hampir seluruh bursa Asia melemah pada Rabu pagi


JAKARTA. Hampir seluruh bursa saham Asia melemah pada Rabu (21/8) pagi. Hanya bursa Korea yang masih naik tipis. Pada pukul 8,34 WIB, indeks Kospi naik tipis 0,05% ke 1.961.





Indeks Nikkei melemah 0,62% ke 20.548. Hang Seng turun 0,48% ke 26.110. SEdangkan Taiex turun 0,19% ke 10.114.





Indeks Straits Times turun 0,45% ke 3.121. Sedangkan FTSE Bursa Malaysia turun 0,32% ke 1.597. ASX 200 di Australia merosot 1,14%.





Selain perang dagang, gejolak politik di Hong Kong, Inggris dan Italia juga meningkatkan ketidakpastian bagi para investor. Prospek pemilihan baru di Italia setelah pengunduran diri Perdana Menteri Giuseppe Conte menjadi kekhawatiran tambahan bagi pasar saham.





Pasar sekarang menunggu apakah kebijakan yang lebih akomodatif dari Jerman ke China sudah cukup untuk meredakan kekhawatiran ekonomi global dan mengakhiri ketakutan akan resesi.





Fokus pasar mulai pertengahan pasar ini akan tertuju pada risalah pertemuan The Fed bulan lalu yang akan rilis hari ini. Para trader juga menunggu simposium Jackson Holeakhir pekan ini dan KTT G7 di akhir pekan. Pada dua pertemuan ini, pasar menunggu sinyal adanya langkah-langkah tambahan apa yang akan diambil para pembuat kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/hampir-seluruh-bursa-asia-melemah-pada-rabu-pagi
Reporter: Wahyu Tri Rahmawati 
Editor: Wahyu Rahmawati





Ingin kost anda bersih maksimal tanpa mengeluarkan tenaga? segera hubungi jasa bersih kost jogja untuk solusi terbaik


Simak rekomendasi saham Profindo Sekuritas untuk perdagangan Rabu (21/8)


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,02% ke level 6.295,74 pada perdagangan Selasa (20/8). Berikut ini rekomendasi teknikal Analis Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W.P. Pratama untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (21/8) hari ini.





1. PT Elnusa Tbk (ELSA)





Pada perdagangan Selasa (20/8) ditutup pada level Rp 348 atau menguat Rp 16. Secara teknikal, candle terbentuk morning star mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 356.





2. PT Wijaya Karya Gedung Tbk (WEGE)





Pada perdagangan Selasa (20/8) ditutup pada level Rp 390 atau menguat Rp 10. Secara teknikal, candle terbentuk hammer mengindikasikan rebound. Indikator stochastic overbought dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 400.





3. PT Indospring Tbk (INDS)





Pada perdagangan Selasa (20/8) ditutup pada level Rp 2.290 atau menguat Rp 70. Secara teknikal, candle terbentuk long white candle mengindikasikan rebound. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 2.340.





4. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)





Pada perdagangan Selasa (20/8) ditutup pada level Rp 45.175 atau menguat Rp 675. Secara teknikal, kenaikan masih melanjutkan break out triangle. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 45.850.





5. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)





Pada perdagangan Selasa (20/8) ditutup pada level Rp 77.000 atau menguat Rp 375. Secara teknikal, pola terbentuk break out cup & handle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 80.000 dan stop loss kurang dari Rp 76.000.





6. PT Ciputra Development Tbk (CTRA)





Pada perdagangan Selasa (20/8) ditutup pada level Rp 1.265 atau menguat Rp 25. Secara teknikal, candle terbentuk hammer mengindikasikan rebound. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 1.295.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/simak-rekomendasi-saham-profindo-sekuritas-untuk-perdagangan-rabu-218
Reporter: Nur Qolbi 
Editor: Wahyu Rahmawati






Ingin rumah anda bersih maksimal tanpa mengeluarkan tenaga? segera hubungi jasa bersih rumah jogja untuk solusi terbaik


Friday, August 2, 2019

Analis Panin Sekuritas rekomendasikan buy saham LPKR, ini alasannya


JAKARTA. Saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dikabarkan bakal masuk ke dalam Morgan Stanley Capital International (MSCI) indeks.





Kabar itu muncul di pasar, setelah dilakukan penelahaan ulang atau review atas konstituen indeks tersebut.





Dalam MSCI Indeks, selain Indonesia dan beberapa negara berkembang lainnya, tiga negara maju juga tergabung yakni Hong Kong, Jepang dan Singapura.





Saham lain yang juga disebut-sebut masuk MSCI adalah PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS).





Analis PT Panin Sekuritas Tbk William Hartanto mengatakan, jika saham Lippo Karawaci masuk MSCI, tentu saja menjadi salah satu sentimen positif dan bisa memberi efek dorong bagi para investor maupun pelaku pasar untuk mengoleksi saham.





Sekaligus memberi pesan bahwa dari sisi kinerja perusahaan sangat kuat. Kata William, selama ini, saham-saham yang masuk ke MSCI selalu mengalami kenaikan signifikan.





“Saham-saham yang memiliki likuiditas baik selalu menjadi pilihan mereka. Kinerja fundamental perusahaan tersebut juga diperhatikan,” kata William, Kamis (1/8).





Pada penutupan perdagangan Kamis, LPKR menguat 0,71% ke posisi Rp 282, dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 19,99 triliun. William merekomendasikan buy saham LPKR dengan target harga akhir tahun ini sebesar Rp 350.





Untuk diketahui, terakhir kali, MSCI merilis komposisi saham hasil tinjauan ulang yang masuk ke dalam daftar konstituen indeks MSCI Equity pada 14 Mei 2019. Komposisi ini pun mulai diterapkan pada perdagangan 28 Mei 2019.





Sesuai rencana, tim riset MSCI akan kembali mengumumkan tinjauan ulang yang dilakukan setiap kuartal pada 12 Agustus 2019, dengan tanggal efektif 2 September 2019.





Kabar positif terhadap LPKR, sejalan dengan rencana perusahaan yang akan menggunakan dana segar untuk pengembangan berbagai proyek properti yang akan menciptakan lapangan pekerjaan baru.





Seperti diketahui, industri properti memiliki efek multiplier yang signifikan terhadap banyak industri terkait.





Dengan banyaknya investor asing yang tertarik dengan rights issue Lippo Karawaci menunjukkan kepercayaan global yang makin tinggi terhadap perekonomian nasional.





“Investasi masuk ke Indonesia tentu saja sangat positif karena turut menggerakkan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan memberikan kesempatan bagi industri terkait untuk ikut maju. Lippo Karawaci berbahagia dapat membantu pemerintah agar arus investasi ke dalam negeri semakin meningkat,” jelas CEO LPKR John Riady, dalam keterangan tertulis, Selasa (16/7). (Sanusi)





Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Saham LPKR Dikabarkan Akan Masuk Indeks Morgan Stanley, Sebelumnya





Sumber : TribunNews.com 
Editor: Yudho Winarto





jika anda tidak ingin repot membersihkan hunian anda, segera hubungi kami cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik


Simak rekomendasi saham Profindo Sekuritas untuk perdagangan hari ini


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,14% ke level 6.381,54 pada perdagangan Kamis (1/8). Untuk perdagangan hari ini, Jumat (2/8) berikut ini rekomendasi teknikal Analis Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W. P. Pratama.





1. PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI)





Pada perdagangan Kamis (1/8) ditutup pada level Rp 625 atau menguat Rp 25. Secara teknikal, candle terbentuk three inside up mengindikasikan rebound.Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 645





2. PT Indika Energy Tbk (INDY)





Pada perdagangan Kamis (1/8) ditutup pada level Rp 1.510 atau menguat Rp 25. Secara teknikal, candle terbentuk white spinning mengindikasikan rebound.Indikator stochastic golden cross dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 1.600 dan stoploss kurang dari Rp 1.500.





3. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)





Pada perdagangan Kamis (1/8) ditutup pada level Rp 1.390 atau menguat Rp 15. Secara teknikal, pola terbentuk triangle mengindikasikan bullish. Indikatorstochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 1.465 dan stoploss kurang dari Rp 1.365





4. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE)





Pada perdagangan Kamis (1/8) ditutup pada level Rp 346 atau menguat Rp 12. Secara teknikal, candle terbentuk two white soldiers mengindikasikan  rebound.Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 358





5. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)





Pada perdagangan Kamis (1/8) ditutup pada level Rp 820 atau menguat Rp 10. Secara teknikal, candle terbentuk white candle mengindikasikan rebound.Indikator stochastic golden cross dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 850





6. PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)





Pada perdagangan Kamis (1/8) ditutup pada level Rp 710 atau menguat Rp 10. 





Secara teknikal, candle terbentuk two white soldiers mengindikasikanbullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 730 dan stoploss kurang dari Rp 690





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/simak-rekomendasi-saham-profindo-sekuritas-untuk-perdagangan-hari-ini
Reporter: Nur Qolbi 
Editor: Herlina Kartika





rumah anda kotor? jangan khawatir klik cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik


Delapan saham turun, ini 10 saham LQ45 dengan PER terkecil (1/8)


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun pada perdagangan Kamis (1/8). Saat bursa saham tutup lapak, IHSG turun 8,96 poin (-0,14%) dari penutupan sebelumnya, lalu hinggap di angka indeks 6.381,54.





LQ45, indeks saham dengan konstituen saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid, turun 12,93 poin (-0,56%) ke 1.016,75. 





Indeks Kompas100 yang beranggotakan seratus saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar terbesar juga merah. Indeks terbitan Kompas ini turun 2,33 poin (-0,18%), lalu hinggap di 1.300,97.





Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), Matahari Department Store (LPPF), dan Adaro Energy Tbk (ADRO) berada di posisi tiga pertama daftar saham LQ45 dengan PER positif terkecil secara berurutan; masing-masing 3,95 kali, 4,7 kali, dan 5,78 kali.





Posisi selanjutnya diisi oleh PTBAUNTRITMGMEDCMNCNBBTN, dan INKP





Sejalan dengan IHSG yang merah, delapan dari 10 saham LQ45 dengan PER terendah turun harga dibanding penutupan sebelumnya.





Saham-saham itu adalah SRIL, LPPF, ADRO, PTBA, United Tractor Tbk (UNTR), Medco Energy (MEDC), Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), dan Indah Kiat Pulp & Paper (INKP). 





Sebaliknya, dua saham justru naik harga, yaitu Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).





Berikut ini daftar 10 saham LQ45 dengan PER terendah, tercatat pada 30 Juli 2019.





10 Saham LQ45 dengan PER Terendah
KodeHarga (31/7)Harga (1/8)PBVPER
SRIL3503440,863,95
LPPF3.7303.5405,824,27
ADRO1.2701.2250,625,78
PTBA2.7402.7301,796,91
UNTR24.92524.4501,537,47
ITMG16.82516.8501,578,41
MEDC8508150,729,06
MNCN1.3751.3901,819,08
BBTN2.4602.4001,039,72
INKP7.4757.4250,749,76




Sumber: RTI





Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil angka PER maka semakin murah pula harga saham tersebut dibanding saham-saham lain dalam sektor usaha yang sama. Price earning ratio (PER) adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham. Penurunan harga saham di bursa secara otomatis akan menurunkan pula nilai PER kalau pada saat yang sama tidak terjadi perubahan laba bersih per saham.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/delapan-saham-turun-ini-10-saham-lq45-dengan-per-terkecil-18





Reporter: Hasbi Maulana 
Editor: Hasbi Maulana





butuh cleaning service panggilan jogja ? segera hubungi kami


Hari pertama jadi anggota LQ45, saham BTPS melonjak tinggi


JAKARTA. Di hari pertama perdagangan indeks LQ45 yang baru, Kamis (8/1), saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) berhasil melonjak 9,15% ke level Rp 3.460 per saham.





Padahal sudah hampir sepekan saham ini terus merosot. Hingga tutup pasar, volume transaksi BTPS mencapai 477.874 lot, dengan nilai transaksi Rp 162,06 miliar. Investor asing pun membukukan net buy sebesar Rp 16,81 miliar. 





Dengan kenaikan harga tersebut, saham BTPS menjadi saham dengan kenaikan tertinggi (top gainers) di kumpulan indeks LQ45. Sepanjang tahun ini, saham BTPS sudah mencatat kenaikan sebesar 92,76%. 





Saat ini, total kapitalisasi pasar (market cap) saham BTPS mencapai Rp 26,65 triliun. Sementara itu price earning ratio (PER) mencapai 23,07 kali dan earning per share tercatat sebesar Rp 150. 





Seperti diketahui, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengocok ulang anggota LQ45 untuk periode Agustus 2019 hingga Januari 2020. BEI memasukkan tiga penghuni baru pada indeks LQ45 yang berlaku mulai hari ini.





Ketiga saham ini adalah BTPS, PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA).





Sedangkan tiga saham yang keluar dari daftar indeks likuid ini adalah PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/hari-pertama-jadi-anggota-lq45-saham-btps-melonjak-tinggi





Reporter: Narita Indrastiti 
Editor: Narita Indrastiti





apakah anda ingin rumah atau kos anda bersih, namun tidak memiliki waktu untuk membersihkannya? hubungi kami segera cleaning service panggilan jogja


Wednesday, July 31, 2019

Investor asing lebih banyak membeli saham BCA (BBCA) di pasar negosiasi


JAKARTA. Saham BCA alias Bank Central Asia (BBCA) masih menjadi buruan investor asing.





Pada perdagangan kemarin, Selasa (30/7), investor asing mencatatkan beli bersih alias net buy saham BCA senilai Rp 188,5 miliar.





Yang menarik, sebagian besar transaksi pembelian saham BCA oleh investor asing digelar di pasar negosiasi.





Nilai beli bersih saham BCA oleh investor asing di pasar reguler pada perdagangan kemarin hanya sebesar Rp 13,1 miliar.





Sementara di pasar negosiasi, beli bersih investor asing atas saham BCA mencapai Rp 175,4 miliar.





Dalam sepekan terakhir, investor asing justru mencatatkan jual bersih alias net sellsaham BCA di pasar reguler.





Nilai jual bersih investor asing atas saham BCA di pasar reguler sepekan terakhir sebesar Rp 107,4 miliar.





Namun, di pasar negosiasi, investor asing dalam sepekan terakhir membukukan beli bersih senilai Rp 318,7 miliar.





Alhasil, di seluruh pasar baik pasar reguler maupun pasar negosiasi, investor asing masih membukukan beli bersih senilai Rp 211,25 miliar.





Jika dihitung dalam sebulan terakhir, total beli bersih investor asing atas saham BCA di seluruh pasar mencapai Rp 1,04 triliun.





Dari jumlah tersebut, beli bersih asing atas saham BCA di pasar reguler hanya sebesar Rp 216,1 miliar.





Sementara nilai beli bersih investor asing atas saham BCA di pasar negosiasi mencapai Rp 819, miliar.





Pada perdagangan di pasar negosiasi kemarin, broker CLSA Sekuritas Indonesia (KZ) tercatat sebagai broker pembeli maupun penjual terbesar baik secara volume mapun nilainya.





Kemarin, broker CLSA Sekuritas Indonesia tercatat membeli dan menjual 5,6 juta saham BCA senilai Rp 175,4 miliar.





Sementara peringkat kedua ditempati broker UBS Sekuritas Indonesia (AK) yang membeli dan menjual 862.200 saham BCA senilai Rp 26,7 miliar.





Sementara Macquarie Sekuritas Indonesia (RX) berada di peringkat ketiga dengan pembelian dan penjualan 825.300 saham BCA senilai Rp 25,6 miliar.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/investor-asing-lebih-banyak-membeli-saham-bca-bbca-di-pasar-negosiasi





Reporter: Herry Prasetyo 
Editor: Herry Prasetyo





jika anda tidak ingin repot membersihkan hunian anda, segera hubungi kami cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik