Showing posts with label rekomendasi saham. Show all posts
Showing posts with label rekomendasi saham. Show all posts

Tuesday, August 27, 2019

Harga naik hampir dua kali lipat dalam tiga bulan, begini valuasi saham CLEO


JAKARTA. Harga saham CLEO (PT Sariguna Primatirta Tbk) terus mencetak rekor baru.





Akhir pekan lalu, Jumat (23/8), harga saham CLEO ditutup di posisi KRW 660 per saham.





Dalam sepekan, saham CLEO naik 8,2%.





Jika dihitung dalam sebulan, kenaikan harga saham CLEO mencapai 32%.





Saham CLEO mulai bergerak naik sejak Mei lalu.





Dalam tiga bulan terakhir, harga saham CLEO sudah naik hampir dua kali lipat, tepatnya sebesar 91,86%.





Dihitung sejak awal tahun, kenaikan harga saham CLEO mencapai 132,39%.





Kenaikan harga saham CLEO ditopang oleh kinerja Sariguna Primatirta yang mencatatkan lonjakan kinerja.





Per semester I-2019, pendatapan Sariguna Primatirta naik 35,83% menjadi Rp 491,98 miliar.





Sementara laba bersih produsen air minum dalam kemasan (AMDK) dengan merek Cleo itu melonjak 130,55% menjadi 63,94 miliar.





Laba bersih per saham CLEO per akhir Juni 2019 sebesar Rp 5,32 per saham.





Meski laba bersih per saham melonjak, kenaikan harga saham membuat valuasi saham CLEO semakin tinggi.





Jika disetahunkan, laba bersih per saham CLEO sebesar Rp 10,64.





Dengan harga saham Rp 660 per saham, rasio harga saham terhadap laba bersih per saham alias price to earning ratio (PER) CLEO mencapai 62 kali.





Sementara itu, rasio harga saham terhadap nilai buku per saham alias price to book value (PBV) CLEO saat ini sudah sebesar 11,38 kali.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/harga-naik-hampir-dua-kali-lipat-dalam-tiga-bulan-begini-valuasi-saham-cleo
Reporter: Herry Prasetyo 
Editor: Herry Prasetyo





rumah anda kotor? jangan khawatir klik cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik


Delapan saham naik, ini 10 saham LQ45 dengar PER terkecil (23 Agustus 2019)


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun pada Jumat (23/8). Saat bursa saham tutup lapak, IHSG naik 16,35 poin (0,26%) dari penutupan sebelumnya, lalu hinggap di angka indeks 6.255,60.





LQ45, indeks saham dengan konstituen saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid, bertambah 2,88 poin (0,09%) ke 975,26.





Kompas100 yang beranggotakan seratus saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar terbesar, juga menghijau. Indeks terbitan Kompas ini naik 2,10 poin (+0,17%), lalu hinggap di 1.263,19.





Matahari Department Store (LPPF), Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), dan Adaro Energy Tbk (ADRO) berada di posisi tiga pertama daftar saham LQ45 dengan PER positif terkecil secara berurutan; masing-masing 3,74 kali, 3,86 kali, dan 4,14 kali.





Posisi selanjutnya diisi oleh PTBAUNTRITMGMNCNBBTNINKP, dan BBNI





Sejalan dengan IHSG yang menghijau, delapan dari 10 saham LQ45 dengan PER terendah naik harga dibanding penutupan sebelumnya.





Saham-saham itu adalah LPPF, ADRO, Bukit Asam Tbk (PTBA), United Tractor Tbk, (UNTR), Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), Bank Negara Indonesia (BBNI), dan Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP).





Sebaliknya, ada dua saham yang turun harga, yaitu SRIL dan Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).





10 Saham LQ45 dengan PER Terendah
KodeHarga (22/8)Harga (23/8)PBVPER
LPPF3.0303.1005,13,74
SRIL3383360,843,86
ADRO1.0201.0850,554,14
PTBA2.4202.4901,636,3
UNTR19.97520.5001,316,75
ITMG12.02512.0751,096,81
MNCN1.2601.2551,577,75
BBTN2.1802.1900,948,87
INKP6.9006.9500,699,16
BBNI7.6007.6251,229,31




Sumber: RTI





Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil angka PER maka semakin murah pula harga saham tersebut dibanding saham-saham lain dalam sektor usaha yang sama.





Price earning ratio (PER) adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham. Penurunan harga saham di bursa secara otomatis akan menurunkan pula nilai PER kalau pada saat yang sama tidak terjadi perubahan laba bersih per saham.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/delapan-saham-naik-ini-10-saham-lq45-dengar-per-terkecil-23-agustus-2019?page=2





Reporter: Hasbi Maulana 
Editor: Hasbi Maulana





butuh cleaning service panggilan jogja ? segera hubungi kami


Ini 10 saham pencetak untung terbesar di pekan lalu (19-23 Agustus 2019)


 JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,26% ke level 6.255,60 pada penutupan perdagangan Jumat (23/8). Namun selama sepekan lalu, IHSG melemah 0,49%.





Selama perdagangan pekan lalu (19 Agustus-23 Agustus 2019), saham ARTOmenjadi saham pencetak untung terbesar atau top gainers. Di periode tersebut harga saham ARTO melejit 55,14% menjadi Rp 830 per saham.





Per 21 Agustus 2019, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetop sementara perdagangan saham ARTO.





Saham pencetak untung terbesar kedua yakni ARKA yang harganya menguat 44,63% ke level Rp 1.750 per saham di periode sama.





Berikut 10 saham yang menjadi top gainers di perdagangan periode 19 Agustus-23 Agustus 2019:





10 Saham Top Gainers di Pekan Lalu (19-23 Agustus 2019)
KodeHarga (Rp)Perubahan Sepekan (%)PEREPSPBV
ARTO83055,14-36,09-239,88
ARKA1.75044,63437,54350
JRPT77033,9111,16691,55
CCSI32231,975,46591,09
YPAS45631,79-65,14-72,64
FIRE2.44029,79203,331210,66
PORT63018,8757,27111,9
MCOR15217,8350,6731,01
KOTA47416,75005,85
DWGL20016,28-9,52-21-13,33




Sumber: RTI





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/ini-10-saham-pencetak-untung-terbesar-di-pekan-lalu-19-23-agustus-2019






Reporter: Khomarul Hidayat 
Editor: Komarul Hidayat






Ingin kost anda bersih maksimal tanpa mengeluarkan tenaga? segera hubungi cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik


Pasca rilis laporan keuangan, ini rekomendasi analis untuk saham Adaro Energy (ADRO)


JAKARTA. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) untuk periode enam bulan pertama tahun 2019 mencapai hasil yang cukup prima. Padahal situasi makro dan ketidakpastian pasar batubara global masih menghantui bisnis emiten ini.





Adaro mencatatkan pendapatan US$ 1,7 miliar pada semester I-2019 atau naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 1,6 miliar.





Sedangkan laba periode berjalan pada semester I-2019 mencapai US$ 321 juta atau naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 244 juta.





Hasil ini cukup memuaskan dan di luar ekspektasi dan prediksi beberapa analis.





Credit Suisse Securities Indonesia dalam risetnya menulis capaian ADRO di semester ini melebihi ekspektasi. "Hasil yang lebih baik dari perkiraan seharusnya memberikan harga batubara yang lebih menantang pada semester II-2019," tulis Credit Suisse Securities Indonesia dalam risetnya.





Analis RHB Sekuritas Andrew Hotama dan Ja’far Saifuddin mengatakan capaian ADRO di semester I-2019 juga melebihi ekspektasi mereka.





"Kami percaya hasil yang kuat sebagian besar didorong oleh volume produksi dan penjualan batubara selama kuartal tersebut, serta biaya penambangan yang lebih rendah serta biaya nisbah (rasio) kupas yang lebih rendah juga," tulis Andrew dan Ja'far dalam laporan risetnya (23/8).





Begitu pula dengan dua analis CLSA Sekuritas Yusuf Ade Winoto dan Christopher Puryanto. Kinerja ADRO di semester ini melebih estimasi dan perkiraan mereka. "EBIT ADRO dan laba bersih di kuartal II 2019 sebesar US$ 253 juta dan US$ 178 lebih tinggi dari yang kami perkirakan," ungkapnya dalam riset.





Namun, Credit Suisse Securities Indonesia masih mempertahankan status ADRO di level outperform dengan target harga Rp 1.575 per saham.





CLSA Sekuritas menaikkan target harga saham ADRO dari Rp 1.280 ke Rp 1.450. CLSA juga mengubah rating ADRO dari outperform menjadi buy. CLSA merekomendasikan untuk beli (buy) saham ADRO.





Sementara itu, RGB Sekuritas merekomendasi untuk membeli (buy) saham ADRO dengan target harga Rp 1.830 per saham.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/pasca-rilis-laporan-keuangan-ini-rekomendasi-analis-untuk-saham-adaro-energy-adro
Reporter: Akhmad Suryahadi 
Editor: Herlina Kartika





perlu jasa bersih bersih di jogja? hubungi kami segera!


Thursday, August 22, 2019

Simak rekomendasi saham Profindo Sekuritas untuk perdagangan Rabu (21/8)


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,02% ke level 6.295,74 pada perdagangan Selasa (20/8). Berikut ini rekomendasi teknikal Analis Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W.P. Pratama untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (21/8) hari ini.





1. PT Elnusa Tbk (ELSA)





Pada perdagangan Selasa (20/8) ditutup pada level Rp 348 atau menguat Rp 16. Secara teknikal, candle terbentuk morning star mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 356.





2. PT Wijaya Karya Gedung Tbk (WEGE)





Pada perdagangan Selasa (20/8) ditutup pada level Rp 390 atau menguat Rp 10. Secara teknikal, candle terbentuk hammer mengindikasikan rebound. Indikator stochastic overbought dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 400.





3. PT Indospring Tbk (INDS)





Pada perdagangan Selasa (20/8) ditutup pada level Rp 2.290 atau menguat Rp 70. Secara teknikal, candle terbentuk long white candle mengindikasikan rebound. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 2.340.





4. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)





Pada perdagangan Selasa (20/8) ditutup pada level Rp 45.175 atau menguat Rp 675. Secara teknikal, kenaikan masih melanjutkan break out triangle. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 45.850.





5. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)





Pada perdagangan Selasa (20/8) ditutup pada level Rp 77.000 atau menguat Rp 375. Secara teknikal, pola terbentuk break out cup & handle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 80.000 dan stop loss kurang dari Rp 76.000.





6. PT Ciputra Development Tbk (CTRA)





Pada perdagangan Selasa (20/8) ditutup pada level Rp 1.265 atau menguat Rp 25. Secara teknikal, candle terbentuk hammer mengindikasikan rebound. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 1.295.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/simak-rekomendasi-saham-profindo-sekuritas-untuk-perdagangan-rabu-218
Reporter: Nur Qolbi 
Editor: Wahyu Rahmawati






Ingin rumah anda bersih maksimal tanpa mengeluarkan tenaga? segera hubungi jasa bersih rumah jogja untuk solusi terbaik


Friday, August 2, 2019

Simak rekomendasi saham Profindo Sekuritas untuk perdagangan hari ini


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,14% ke level 6.381,54 pada perdagangan Kamis (1/8). Untuk perdagangan hari ini, Jumat (2/8) berikut ini rekomendasi teknikal Analis Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W. P. Pratama.





1. PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI)





Pada perdagangan Kamis (1/8) ditutup pada level Rp 625 atau menguat Rp 25. Secara teknikal, candle terbentuk three inside up mengindikasikan rebound.Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 645





2. PT Indika Energy Tbk (INDY)





Pada perdagangan Kamis (1/8) ditutup pada level Rp 1.510 atau menguat Rp 25. Secara teknikal, candle terbentuk white spinning mengindikasikan rebound.Indikator stochastic golden cross dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 1.600 dan stoploss kurang dari Rp 1.500.





3. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)





Pada perdagangan Kamis (1/8) ditutup pada level Rp 1.390 atau menguat Rp 15. Secara teknikal, pola terbentuk triangle mengindikasikan bullish. Indikatorstochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 1.465 dan stoploss kurang dari Rp 1.365





4. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE)





Pada perdagangan Kamis (1/8) ditutup pada level Rp 346 atau menguat Rp 12. Secara teknikal, candle terbentuk two white soldiers mengindikasikan  rebound.Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 358





5. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)





Pada perdagangan Kamis (1/8) ditutup pada level Rp 820 atau menguat Rp 10. Secara teknikal, candle terbentuk white candle mengindikasikan rebound.Indikator stochastic golden cross dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 850





6. PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)





Pada perdagangan Kamis (1/8) ditutup pada level Rp 710 atau menguat Rp 10. 





Secara teknikal, candle terbentuk two white soldiers mengindikasikanbullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 730 dan stoploss kurang dari Rp 690





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/simak-rekomendasi-saham-profindo-sekuritas-untuk-perdagangan-hari-ini
Reporter: Nur Qolbi 
Editor: Herlina Kartika





rumah anda kotor? jangan khawatir klik cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik


Wednesday, July 31, 2019

Simak enam saham rekomendasi analis Profindo Sekuritas untuk diperdagangkan hari ini


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,24% ke level 6.376,99 pada perdagangan Selasa (30/7). Untuk perdagangan Rabu (31/7), berikut ini rekomendasi teknikal Analis Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W. P. Pratama





1. PT Timah Tbk (TINS)





Pada perdagangan Selasa (30/7) ditutup pada level Rp 1.055 atau menguat Rp 45. Secara teknikal, candle terbentuk long white marubozu mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 1.080





2. PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN)





Pada perdagangan Selasa (30/7) ditutup pada level Rp 1.435 atau menguat Rp 60. 





Secara teknikal, candle terbentuk two white soldiers mengindikasikan bullish.Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 1.585 dan stoploss kurang dari Rp 1.400.





3. PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS)





Pada perdagangan Selasa (30/7) ditutup pada level Rp 302 atau menguat Rp 6. Secara teknikal, candle terbentuk white spinning mengindikasikan rebound. 
Indikator stochastic netral di area middle dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 328 dan stoploss kurang dari Rp 294





4. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)





Pada perdagangan Selasa (30/7) ditutup pada level Rp 2.010 atau menguat Rp 30. 





Secara teknikal, candle terbentuk two white soldiers mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 2.080 dan stoploss kurang dari Rp 1.980.





5. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)
Pada perdagangan Selasa (30/7) ditutup pada level Rp 280 atau menguat Rp 6. 





Secara teknikal, candle terbentuk morning star mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 306 dan stoploss kurang dari Rp 276





6. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)





Pada perdagangan Selasa (30/7) ditutup pada level Rp 1.995 atau menguat Rp 115. 





Secara teknikal, pola terbentuk bull flag mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 2.180 dan stoploss kurang dari Rp 1.980





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/simak-enam-saham-rekomendasi-analis-profindo-sekuritas-untuk-diperdagangkan-hari-ini
Reporter: Nur Qolbi 
Editor: Herlina Kartika





cleaning service panggilan jogja terbaik dengan layanan memuaskan dan harga terjangkau, hubungi kami segera






Tujuh saham naik, ini 10 saham Lq45 dengan PER terkecil (30 Juli 2019)


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) meloncat tinggi pada perdagangan Selasa (30/7). Saat bursa saham tutup lapak, IHSG naik 77,96 poin (1,24%) dari penutupan sebelumnya, lalu hinggap di angka indeks 6.377,00.





LQ45, indeks saham dengan konstituen saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid, naik 12,93 poin (1,28%) ke 1.020,28.





Indeks Kompas100 yang beranggotakan seratus saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar terbesar juga menghijau. Indeks terbitan Kompas ini naik 15,59 poin (1,21%), lalu hinggap di 1.300,27.





Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), Matahari Department Store (LPPF), dan Adaro Energy Tbk (ADRO) berada di posisi tiga pertama daftar saham LQ45 dengan PER positif terkecil secara berurutan; masing-masing 3,93 kali, 4,63 kali, dan 6,11 kali.





Posisi selanjutnya diisi oleh PTBAUNTRELSAITMGWSBPMNCN, dan MEDC.





Sejalan dengan IHSG yang hijau, tujuh dari 10 saham LQ45 dengan PER terendah naik harga dibanding penutupan sebelumnya.





Saham-saham itu adalah SRIL, LPPF, ADRO, PTBA, Elnusa Tbk (ELSA), Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), dan Medco Energy (MEDC).





Sebaliknya, dua saham justru turun harga, yaitu United Tractor Tbk (UNTR) dan Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).





Satu-satunya saham yang tidak berubah harga adalah  Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).





Berikut ini daftar 10 saham LQ45 dengan PER terendah, tercatat pada 30 Juli 2019.





10 Saham LQ45 dengan PER Terendah
KodeHarga (29/7)Harga (30/7)PBVPER
SRIL3423460,873,98
LPPF3.7703.8406,324,63
ADRO1.2551.2950,666,11
PTBA2.7002.7301,796,91
UNTR25.57525.5001,597,79
ELSA3343500,768,33
ITMG17.07516.7501,568,36
WSBP3723801,238,64
MNCN1.4001.4001,829,15
MEDC8358650,769,61




Sumber: RTI





Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil angka PER maka semakin murah pula harga saham tersebut dibanding saham-saham lain dalam sektor usaha yang sama. Price earning ratio (PER) adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham. Penurunan harga saham di bursa secara otomatis akan menurunkan pula nilai PER kalau pada saat yang sama tidak terjadi perubahan laba bersih per saham.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/tujuh-saham-naik-ini-10-saham-lq45-dengan-per-terkecil-30-juli-2019





Reporter: Hasbi Maulana 
Editor: Hasbi Maulana





rumah anda kotor? jangan khawatir klik cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik


IHSG bangkit, timbang 10 saham dengan frekuensi transaksi tertinggi, Selasa (30/7)


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,24% ke posisi 6.377, Senin (30/7). Sejak awal tahun, IHSG memberi gain 2,95%.





Sebanyak 17,48 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp 8,74 triliun, kemarin. Adapun frekuensi transaksi mencapai 489.747 kali.





Saham FREN paling sering diperdagangkan dari frekuensi transaksi. Mengutip data RTI, Selasa (30/7), frekuensi transaksi saham FREN sebanyak 28.099 kali.





Diikuti saham IPTV dengan frekuensi transaksi 17.407 kali.





Berikut daftar 10 saham dengan frekuensi transaksi tertinggi di perdagangan Selasa (30/7):





10 Saham dengan Frekuensi Transaksi Tertinggi, Selasa (30 Juni 2019)
KodeFrekuensi TransaksiPEREPSPBV
FREN28.099-20,11-92,92
IPTV17.407-238-12,77
MNCN16.6659,151531,82
POSA15.146-63-310,5
HMSP13.08525,4311612,04
BHIT10.57113,1760,16
ERAA8.77533,81591,3
UNVR8.73444,4396964,74
BKSL8.15438,540,8
PWON7.77112,89572,14




Sumber: RTI





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-bangkit-timbang-10-saham-dengan-frekuensi-transaksi-tertinggi-selasa-307





Reporter: Khomarul Hidayat 
Editor: Komarul Hidayat





butuh cleaning service panggilan jogja ? segera hubungi kami






Tuesday, July 30, 2019

Simak enam saham rekomendasi Profindo Sekuritas untuk perdagangan Selasa (30/7)


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,41% ke level 6.299,03 pada perdagangan Senin (29/7). Berikut ini rekomendasi teknikal Analis Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W. P. Pratama untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (30/7) hari ini.





1. PT XL Axiata Tbk (EXCL)
Pada perdagangan Senin (29/7) ditutup pada level Rp 3.270 atau menguat Rp 100. Secara teknikal, pola terbentuk break out triangle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 3.380.





2. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)
Pada perdagangan Senin (29/7) ditutup pada level Rp 260 atau menguat Rp 12. Secara teknikal, pola terbentuk break out falling wedge mengindikasikan bullish. Indikator stochastic golden cross dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 284 stop loss kurang dari Rp 250.





3. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
Pada perdagangan Senin (29/7) ditutup pada level Rp 2.910 atau melemah Rp 10. Secara teknikal, candle terbentuk spinning mengindikasikan rebound. Indikator stochastic oversold dan volume menunjukkan akumulasi pembelian.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 3.100 dan stop loss kurang dari Rp 2.850.





4. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
Pada perdagangan Senin (29/7) ditutup pada level Rp 6.900 atau menguat Rp 225. Secara teknikal, candle terbentuk bullish harami mengindikasikan bullish. Indikator stochastic netral di area lower dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength dengan target harga Rp 7.025.





5. PT Astra International Tbk (ASII)
Pada perdagangan Senin (29/7) ditutup pada level Rp 7.175 atau menguat Rp 100. Secara teknikal, candle terbentuk bullish engulfing mengindikasikan bullish. Indikator stochastic oversold dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 7.300.





6. PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
Pada perdagangan Senin (29/7) ditutup pada level Rp 1.305 atau menguat Rp 25. Secara teknikal pola terbentuk break out triangle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 1.400 dan stop loss kurang dari Rp 1.285.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/simak-enam-saham-rekomendasi-profindo-sekuritas-untuk-perdagangan-selasa-307
Reporter: Nur Qolbi 
Editor: Wahyu Rahmawati





ingin bersih-bersih namun tidak mempunyai waktu luang? serahkan kepada kami, jasa bersih kost dan rumah jogja


Saturday, July 27, 2019

10 saham ini harganya paling jatuh terseret penurunan IHSG, Jumat (26/7)


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 1,19% ke level 6.325,24 pada Jumat (26/7). Sejak awal tahun, IHSG masih menguat 2,1%.





Mengekor IHSG, saham BELL ikut melorot harganya dan memimpin saham top losers. Kemarin, harga saham BELL turun 11,3% menjadi Rp 510 per saham. Menyusul saham NUSA yang harganya melemah 11,1% ke Rp 64 per saham.





Berikut 10 saham yang menjadi top losers di perdagangan Jumat (26/7):





10 Saham Top Losers, Jumat (26 Juli 2019)
KodeHargaPerubahan (%)PEREPSPBV
BELL510-11,326,84192,76
NUSA64-11,11-21,33-30,65
IBFN180-10,89-4,29-420,72
INCI444-10,4810,57420,27
CNTX454-10,1-10,81-42-6,39
BOSS1.350-1037,5369,31
STTP3.200-9,867,754132,35
PUDP336-9,685660,33
PSDN186-8,82-4,33-431,1
BMSR101-8,186,31160,8




Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/10-saham-ini-harganya-paling-jatuh-terseret-penurunan-ihsg-jumat-267





Reporter: Khomarul Hidayat 
Editor: Komarul Hidayat





jika anda tidak ingin repot membersihkan hunian anda, segera hubungi kami cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik


IHSG jatuh, ini 10 saham yang harganya masih bisa naik tinggi, Jumat (26/7)


JAKARTA. Baru sehari menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh lagi pada akhir pekan. Jumat (26/7), IHSG jatuh 1,19% ke level 6.325,24. Dari awal tahun, IHSG masih positif 2,1%.





Di tengah penurunan IHSG, saham FITT di tempat teratas saham top gainerskarena harganya naik paling tinggi. Kemarin, harga saham FITT naik 29% menjadi Rp 129 per saham. Diikuti saham POSA yang harganya naik 24,44% ke Rp 336 per saham.





Berikut 10 saham yang menjadi top gainers di perdagangan Jumat (26/7):





10 Saham Top Gainers, Jumat (26 Juli 2019)
KodeHargaPerubahan (%)PEREPSPBV
FITT12929-16,13-83,31
POSA33624,44-112-318,67
DWGL10921,11-21,8-5-18,17
KONI45020,3215,52295,06
PICO1.4102038,11372,63
KPAS13818,9713810,8
YPAS50018,48-500-12,82
DIGI1.97516,181975116,88
EAST14914,6214913,31
RODA28614,440,8671,42




Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-jatuh-ini-10-saham-yang-harganya-masih-bisa-naik-tinggi-jumat-267





Reporter: Khomarul Hidayat 
Editor: Komarul Hidayat





cleaning service panggilan jogja terbaik dengan layanan memuaskan dan harga terjangkau, hubungi kami segera


Wednesday, July 24, 2019

Satu saham naik, ini rekaman perdagangan BBRI, BMRI, BBCA, BBNI, dan BBTN (23/7)


JAKARTA. Kemarin (23/7) IHSG turun 29,74 poin (-0,46%) ke 6.403,81. Sediktit banyak pelemahan IHSG tersebut mewarnai kinerja harga saham beberapa emiten perbankan kemarin.





Saham BBNI, saham BMRI, saham BBRI, dan saham BBCA termasuk di antara saham sektor keuangan yang turut merah bersama IHSG. Kalau ada bank besar yang cukup beruntung luput dari coretan spidol merah, saham BBTN salah satunya.





Sekadar bekal untuk menyusun strategi investasi atau trading hari ini, berikut ini ringkasan catatan pergerakan harga saham beberapa bank kemarin.





Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) 





Kemarin ini (23/07) saham Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ditutup memerah. Ketika lonceng penutupan bursa berdering, saham BBNI mendarat di harga Rp 8.625 per saham. Dibandingkan dengan penutupan Senin (22/07), harga saham BBNI turun cukup dalam, yaitu samoai 2,54% per saham. 





Sebenarnya saham BBNI sempat dibuka di atas harga penutupan sehari sebelumnya, tepatnya pada harga Rp 8.900 per saham. Rupanya para pelaku pasar berharap banyak pada laporan keuangan kuartal II 2019 BBNI. 





Sempat berada pada harga tertinggi harian di Rp 8.925 per saham, harga saham berangsur turun ke Rp 8.625 per saham. Kekecewaan pasar terhadap pertumbuhan kinerja BBNI yang tipis menekan harga saham BBNI.





Pada penutupan, harga permintaan BBNI (bid) tertinggi Rp 8.600 per saham. Di lain sisi, harga penawaran (offer) terendah di Rp 8.625 per saham.





Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai transaksi saham BBNI mencapai Rp 360,40 miliar. Jumlah saham bank yang ditransaksikan mencapai 412.378 saham.





Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)





Kemarin ini saham Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga memerah. Saham BMRI merosot ke Rp 7.700 per saham pada saat penutupan bursa. Dibandingkan dengan sehari sebelumnya, harga saham BMRI turun 0,96%.





Sama seperti saham BBNI, sebenarnya market optimis mengawali perdagangan BMRI. Saham bank BUMN dibuka di atas harga penutupan sehari sebelumnya, tepatnya pada harga Rp 7.825 per saham. 





Sempat mencapai harga tertinggi harian Rp 7.850 dan harga terendah Rp 7.700, saham BMRI berangsur tertekan hingga ditutup pada harga terendah.





Harga bid tertinggi saham BMRI Rp 7.700 per saham dan harga penawaran (offer) terendah di Rp 7.725 per saham.





BEI mencatat total nilai transaksi BMRI Rp 291,30 miliar dengan jumlah saham bank yang ditransaksikan 374.909 saham.





Bank Tabungan Negara (BBTN)





Kemarin saham Bank Tabungan Negara (BBTN) ditutup menghijau. Ketika alarm penutupan bursa berdering, saham BBTN hinggap di harga Rp 2.470. Dibandingkan dengan penutupan Senin (22/07), harga saham BBTN naik 1,23%.





Saham BBTN dibuka di atas harga penutupan sehari sebelumnya, tepatnya pada harga Rp 2.450 per saham. Mencatatkan harga tertinggi Rp 2.470 dan harga terendah Rp 2.440, saham BBTN ditutup naik Rp 30 per saham.





Pada saat penutupan, harga bid tertinggi Rp 2.470 per saham. Di lain sisi, harga penawaran (offer) terendah di Rp 2.480 per saham.





Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai transaksi saham BBTN mencapai Rp 39,40 miliar. Jumlah saham bank yang ditransaksikan mencapai 160.067 saham.





Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) 





Kemarin (24/07) saham Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga ditutup negatif. Ketika penutupan bursa saham BBRI sedang berada di Rp 4.490 per saham. Itu berarti harga saham BBRI turun 0,22% dari Rp 4.500 per saham sehari sebelumnya.





Saham BBRI dibuka sama dengan harga penutupan sehari sebelumnya, tepatnya pada harga Rp 4.500 per saham. Mencatatkan harga tertinggi Rp 4.500 dan harga terendah Rp 4.470, saham BBRI ditutup turun Rp 10 per saham.





Pada saat penutupan, harga bid tertinggi Rp 4.480 per saham. Di lain sisi, harga penawaran (offer) terendah di Rp 4.490 per saham.





BEI mencatat total nilai transaksi saham BBRI mencapai Rp 194,20 miliar. Jumlah saham bank yang ditransaksikan mencapai 433.173 saham.





Bank Central Asia Tbk (BBCA) 





Kemarin (24/07) saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) ditutup melemah. Saham BBCA mendarat di harga penutupan Rp 31.175, atau turun 0,87% dari Rp 31.450 per saham, sehari sebelumnya.





Sejak pagi pasar agak pesimis terhadap pergerakan saham ini. Saham BBCA dibuka di bawah harga penutupan sehari sebelumnya, tepatnya pada harga Rp 31.200 per saham. 





Meskipun sempat mencapai harga tertinggi Rp 31.450, saham ini juga sempat menyentuh titik terendah harian di Rp 31.025, sebelum akhirnya merosot Rp 275 dibanding harga sehari sebelumnya.





Pada saat penutupan, harga bid tertinggi Rp 31.125 per saham. Di lain sisi, harga penawaran (offer) terendah di Rp 31.175 per saham.





Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai transaksi saham BBCA mencapai Rp 243,70 miliar. Jumlah saham bank yang ditransaksikan mencapai 78.259 saham.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/satu-saham-naik-ini-rekaman-perdagangan-bbri-bmri-bbca-bbni-dan-bbtn-237
Reporter: Hasbi Maulana 
Editor: Hasbi Maulana





rumah anda kotor? jangan khawatir klik cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik


Simak enam saham pilihan Profindo Sekuritas untuk perdagangan Rabu (24/7)


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,46% ke level 6.403,81 pada perdagangan Selasa (23/7). Berikut ini rekomendasi teknikal Analis Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W. P. Pratama untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (24/7) hari ini.





1. PT XL Axiata Tbk (EXCL)
Pada perdagangan Selasa (23/7) ditutup pada level Rp 3.160 atau menguat Rp 60. Secara teknikal, pola terbentuk break out triangle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic overbought dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





2. PT Jasa Marga Tbk (JSMR)
Pada perdagangan Selasa (23/7) ditutup pada level Rp 6.000 atau melemah Rp 100. Secara teknikal, candle terbentuk hammer mengindikasikan rebound. Indikator stochastic overbougth dan volume menunjukkan akumulasi pembelian.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 6.250 dan stop loss kurang dari Rp 5.900





3. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
Pada perdagangan Selasa (23/7) ditutup pada level Rp 3.050 atau menguat Rp 30. Secara teknikal, candle terbentuk bullish harami mengindikasikan rebound. Indikator stochastic downtrend dan volume menunjukkan akumulasi pembelian.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 3.300 dan stop loss kurang dari Rp 3.050.





4. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL)
Pada perdagangan Selasa (23/7) ditutup pada level Rp 1.620 atau menguat Rp 245. Secara teknikal, candle terbentuk three white soldiers mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 1.850





5. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
Pada perdagangan Selasa (23/7) ditutup pada level Rp 8.100 atau flat. Secara teknikal candle terbentuk spinning mengindikasikan rebound. Indikator stochastic oversold dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 8.325





6. PT Waskita Karya Tbk (WSKT)
Pada perdagangan Selasa (23/7) ditutup pada level Rp 2.100 atau menguat Rp 10. Secara teknikal candle terbentuk bullish harami mengindikasikan bullish. Indikator stochastic downtrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 2.140





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/simak-enam-saham-pilihan-profindo-sekuritas-untuk-perdagangan-rabu-247
Reporter: Nur Qolbi 
Editor: Wahyu Rahmawati





butuh cleaning service panggilan jogja ? segera hubungi kami


Tuesday, July 23, 2019

Ini rekomendasi analis untuk 10 saham pendorong IHSG sepanjang Juli 2019


JAKARTA. Sepanjang Juli 2019, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,53% ke level 6.433,54 per Senin (22/7). Ada sepuluh saham yang menduduki peringkat teratas pendorong IHSG.





Secara berurutan dari atas ke bawah, mereka adalah:





  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA),
  2. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA),
  3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI),
  4. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM),
  5. PT Barito Pacific Tbk (BRPT),
  6. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN),
  7. PT Trikomsel Oke (TRIO),
  8. PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP),
  9. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), dan
  10. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).




Menurut Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony, penyebab emiten-emiten ini menjadi sepuluh teratas pendorong IHSG amat beragam. Saham-saham perbankan, yaitu BBCA dan BBRI didorong oleh efek pemilihan presiden yang sudah selesai sehingga menarik kembali investor asing untuk masuk ke pasar modal.





Investor asing memang mendahulukan untuk masuk ke saham-saham perusahaan dengan kapitalisasi besar. BBCA dan BBRI memang menjadi dua perusahaan dengan kapitalisasi terbesar di Indonesia, yaitu Rp 775,4 triliun untuk BBCA dan Rp 555,06 triliun untuk BBRI per kemarin.





Selanjutnya, kenaikan saham CPIN disebabkan oleh harganya yang sudah terkoreksi dari Rp 7.000 ke Rp 5.400 hingga perdagangan Senin (22/7). Di samping itu juga didorong sentimen harga ayam yang sempat naik pada momen Lebaran. Kemudian, kenaikan saham TPIA dan BRPT didorong oleh kualitas kredit yang semakin kuat serta peningkatan rating dari S&P. “Serta rencana stock split menjadi sentimen positif bagi BRPT di bulan Juli ini," kata Chris, Senin (23/7).





Sementara itu, kenaikan saham TRIO didukung oleh isu pemblokiran IMEI yang akan membatasi barang black market di pasar ponsel. “Ini adalah isu yang positif untuk TRIO ditambah lagi adanya investor yang akan masuk ke TRIO,” ucap dia.





Chris melihat, ke depannya, saham-saham di atas masih bisa naik lagi, kecuali CPIN. Pasalnya, Indonesia sudah dapat impor ayam dari Brasil setelah negara tersebut memenangkan gugatan terkait kebijakan Indonesia tentang impor ayam di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Hal ini menjadikan peternak dalam negeri bakal kedatangan pesaing yang dapat memengaruhi harga penjualan ayamnya.





Ia melihat BBCA, BBRI, TLKM, dan ICBP menjadi saham-saham yang menarik untuk dikoleksi. Alasannya, TLKM memiliki proyek Palapa Ring yang diperkirakan akan selesai tahun ini. Rampungnya proyek tersebut membuat TLKM menjadi lebih diminati investor karena adanya potensi kenaikan laba.





Selanjutnya, kinerja ICBP diprediksi masih meningkat di kuartal II-2019 sehingga menjadi sentimen positif bagi saham perusahaan sektor konsumen ini. Chris merekomendasikan investor untuk buy BBCA dengan target harga hingga akhir tahun Rp 32.000, BBRI Rp 4.800, TLKM Rp 5.000, dan ICPB Rp 11.500.





Sementara itu, Analis Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W.P. Pratama mengatakan, dari sepuluh saham teratas pendorong IHSG tersebut, banyak saham-saham bluechip yang sudah undervalue alias murah. Oleh karena itu, hal ini menarik investor untuk membeli saham-saham tersebut.





Ke depannya, saham-saham ini memiliki kemungkinan untuk naik lagi. Saham-saham sektor perbankan didorong oleh penurunan suku bunga yang dapat meningkatkan penyaluran kredit perbankan. “Sektor konsumer didorong oleh terjaganya konsumsi masyarakat karena nilai tukar mulai stabil yang didorong oleh masuknya dana asing dan penurunan suku bunga,” kata dia. Sementara itu, saham infrastruktur didorong oleh program pemerintah yang akan melanjutkan pembangunan.





Dimas merekomendasikan netral untuk BBCA, sell untuk INTP di level Rp 18.000. Dia merekomendasikan buy untuk TPIA dengan target harga Rp 6.450, BBRI Rp 5.150, TLKM Rp 5.300, BRPT Rp 4.000, CPIN Rp 8.000, MNCN Rp 1.830, dan ICBP Rp 11.000.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/ini-rekomendasi-analis-untuk-10-saham-pendorong-ihsg-sepanjang-juli-2019
Reporter: Nur Qolbi 
Editor: Wahyu Rahmawati





klik disini jika anda membutuhkan jasa bersih kost dan rumah jogja


IHSG gagal mendaki, ini 10 saham dengan frekuensi transaksi tertinggi, Senin (22/7)


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,36% ke level 6.433,55, Senin (22/7). Tapi sejak awal tahun, IHSG masih menguat 3,86%.





Sebanyak 17,50 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp 7,99 triliun, kemarin. Sedangkan frekuensi transaksi mencapai 466.313 kali.





Saham SRIL paling sering dperdagangkan dari frekuensi transaksi. Kemarin, frekuensi transaksi saham SRIL sebanyak 37.484 kali.





Diikuti saham MNCN dengan frekuensi transaksi mencapai 25.479 kali.





Silakan lihat data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia di kanal: PUSAT DATA KONTAN





Berikut 10 saham yang mencatat frekuensi transaksi tertinggi di perdagangan, Senin (22/7):





10 Saham dengan Frekuensi Transaksi Tertinggi, Senin (22 Juli 2019)
KodeFrekuensi TransaksiPEREPSPBV
SRIL37.4844,07870,89
MNCN25.4799,481531,88
BHIT19.55514,1760,18
TRAM13.37467,521,25
IPTV11.709-246-12,86
BTPS8.57821,871505,9
KPAL6.78311442,61
JPFA6.43315,241061,81
MYOR6.31432,36725,56
BBCA6.26831,999834,88




Sumber: RTI
Reporter: Khomarul Hidayat 
Editor: Komarul Hidayat





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-gagal-mendaki-ini-10-saham-dengan-frekuensi-transaksi-tertinggi-senin-227





cleaning service panggilan jogja terbaik dengan layanan memuaskan dan harga terjangkau, hubungi kami segera


Lima saham merah, ini 10 saham LQ45 dengan PER terkecil (22 Juli 2019)


 JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun pada perdagangan Senin (22/7). Ketika Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri hari perdagangan, IHSG turun 22,99 poin (-0,36%) lalu mendarat di angka indeks 6.433,55.





LQ45, indeks saham dengan konstituen saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid, turun 3,11 poin (-0,30%) ke 1.030,33.





Indeks Kompas100 yang beranggotakan seratus saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar terbesar juga memerah. Indeks terbitan Kompas ini turun 4,48 poin (-0,34%), lalu hinggap di 1.310,43.





Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), Adaro Energy Tbk (ADRO), dan Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) berada di posisi tiga pertama daftar saham LQ45 dengan PER positif terkecil secara berurutan; masing-masing 4,07 kali, 6,06 kali, dan 7,19 kali.





Posisi selanjutnya diisi oleh UNTRITMGELSABBTNWSBPMEDC dan MNCN





Sejalan dengan penurunan IHSG, lima dari 10 saham LQ45 dengan PER terendah turun dibanding penutupan sebelumnya. Saham-saham bernasib nahas itu adalah ADRO, PTBA, United Tractor Tbk (UNTR), Indo Tambangraya MegahTbk (ITMG), dan Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)





Adapun lima saham lain yang masih beruntung naik harga adalah SRIL, Elnusa Tbk (ELSA), Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), Medco Energy (MEDC), dan Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).





10 Saham LQ45 dengan PER Terendah
KodeHarga (19/7)Harga (22/7)PBVPER
SRIL3523540,894,07
ADRO1.2951.2850,656,06
PTBA2.8802.8401,867,19
UNTR27.27526.6001,668,12
ITMG17.15016.8501,578,41
ELSA3663720,88,86
BBTN2.4302.4401,058,94
WSBP4164061,319,23
MEDC8258450,759,39
MNCN1.4351.4501,889,48




Sumber: RTI





Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil angka PER maka semakin murah pula harga saham tersebut dibanding saham-saham lain dalam sektor usaha yang sama. Price earning ratio (PER) adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham. Penurunan harga saham di bursa secara otomatis akan menurunkan pula nilai PER kalau pada saat yang sama tidak terjadi perubahan laba bersih per saham.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/lima-saham-merah-ini-10-saham-lq45-dengan-per-terkecil-22-juli-2019





Reporter: Hasbi Maulana 
Editor: Hasbi Maulana





jika anda tidak ingin repot membersihkan hunian anda, segera hubungi kami cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik


IHSG merah, berikut 10 saham dengan volume transaksi terbesar, Senin (22 Juli 2019)


 JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mendaki dan turun 0,36% ke level 6.433,55, Senin (22/7). Dari awal tahun, IHSG masih menguat 3,86%.





Kemarin, sebanyak 17,50 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp 7,99 triliun. Adapun frekuensi transaksi mencapai 466.313 kali.





Dari volume transaksi, saham HOME masih paling banyak dperdagangkan. Senin (22/7), volume perdagangan saham HOME sebanyak 3,71 miliar saham.





Terbesar kedua saham SRIL dengan volume perdagangan mencapai 1,99 miliar saham.





Silakan lihat data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia di kanal: PUSAT DATA KONTAN





Berikut 10 saham yang mencatat volume transaksi terbesar di perdagangan, Senin (22/7):





10 Saham dengan Volume Transaksi Terbesar, Senin (22 Juli 2019)
KodeVolume TransaksiPEREPSPBV
HOME3.714.096.900-52-16,5
SRIL1.991.560.7004,07870,89
TRAM1.485.018.90067,521,25
MYRX1.094.371.200001,06
NUSA476.164.900-18-30,55
IIKP416.381.500007,13
MAMI225.421.000001,74
BTEK122.881.300001,56
BKSL122.179.00034,540,72
ANTM119.839.20033,1291,16




Sumber: RTI





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-merah-berikut-10-saham-dengan-volume-transaksi-terbesar-senin-22-juli-2019





rumah anda kotor? jangan khawatir klik cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik


Thursday, April 25, 2019

Simak rekomendasi saham HMSP, ADHI, BBTN dan KBLI untuk hari ini


JAKARTA. Berikut ini rekomendasi teknikal tiga saham pilihan dari sejumlah analis untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (24/4) hari ini.





1. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)





Posisi MACD masih ke bawah, dengan stochastic masih bergerak ke bawah di level 35. Sedangkan candle sudah di bawah garis bawah bolinger band.





Rekomendasi: Buy
Support: Rp 3.400
Resistance: Rp 3.600





Kiswoyo Adi Joe, Kepala Riset Narada Asset Management






2. PT Adhi Karya Tbk (ADHI)





Pergerakan saham ADHI  memiliki pola inside bar sudah terbentuk mengindikasikan indecision. Sejauh ini pergerakan harga saham masih uptrend dengan indikator MACD dan SAR yang menunjukkan sinyal positif. Namun indikator RSI sudah mulai menunjukkan overbought.





Rekomendasi: Hold
Support: Rp 1.740
Resistance: Rp 1.820





Muhammad Nafan Aji, Analis Binaartha Sekuritas





3. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)





Pola upward bar yang disertai dengan indikator MACD yang telah membentuk pola golden cross di area positif menunjukkan adanya potensi bullish continuationpada pergerakan harga saham. Meskipun demikian, indikator RSI mulai mendekati area overbought.





Rekomendasi: Hold
Support: Rp 2.540
Resistance: Rp 2.700





Muhammad Nafan Aji, Analis Binaartha Sekuritas.





4. PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI)





Saham KBLI dalam tren naik. Harga sudah break resistance ke level Rp 360 dan mencoba bertahan di atas level tersebut. 





Indikator stochastic sudah berada di resistance dan MACD histogram positif dengan volume turun. Harga potensi koreksi terlebih dahulu. Rekomendasi harian jual, untuk jangka menengah bisa strategi buy on weakness.





Rekomendasi: Sell
Support: Rp 348
Resistance: Rp 378





Sukarno Alatas, OSO Sekuritas





Sumber :
https://investasi.kontan.co.id/news/simak-rekomendasi-saham-hmsp-adhi-bbtn-dan-kbli-untuk-hari-ini
Reporter: Intan Nirmala Sari 
Editor: Herlina Kartika





jika anda membutuhkan jasa bersih kost jogja, silahkan klin disini untuk solusi terbaik


Wednesday, April 10, 2019

Simak rekomendasi bagi saham ASSA, BIRD, WEHA dan LRNA


JAKARTA. Kinerja emiten-emiten transportasi cukup variatif di akhir 2018 lalu. PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) dan PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatatkan pertumbuhan kinerja di akhir 2018 lalu.





Sementara, PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) masih membukukan penurunan dari sisi pendapatan dan laba bersih di akhir 2018.





Analis senior Anugerah Sekuritas Indonesia Bertoni Rio menilai kinerja emiten-emiten transportasi akan bertumbuh di tahun 2019 ini. Ia bilang, di zaman digital ini masyarakat dituntut serba cepat dan efisien. Perusahaan transportasi akan berkembang seiring gencarnya pembangunan infrastruktur.





"Bisnis transportasi khususnya mobil penumpang akan dibutuhkan sebagai mobilitas. strategi emiten-emiten tersebut untuk perbaikan dan peningkatan kinerja sebaiknya joint marketing lewat transaksi online," ujarnya, Selasa (9/4).





Dari sisi saham, Bertoni merekomendasikan beli saham ASSA, BIRD, WEHA dan LRNA untuk jangka menengah. Target harga BIRD di level Rp 4.000 per saham.





Target harga ASSA dan WEHA masing-masing di level Rp 1.000 per saham dan Rp 180 per saham. "Sementara untuk LRNA target harganya di level Rp 120 per saham," paparnya.





Sementara itu, analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas mengungkapkan bahwa Price Earning Ratio (PER) rata-rata industri transportasi sebesar 136 kali dan Price to Book Value (PBV) rata-rata industrinya sebesar 3 kali.





Untuk ASSA, PER nya sebesar 118,21 kali dan PBV nya 2,28 kali. Untuk BIRD, PER nya 18,52 kali dan PBV nya 1, 61 kali. Untuk WEHA, PER nya 151 kali dan PBV nya 0,87 kali. Untuk LRNA, PER nya -1,25 kali dan PBV nya 0,14 kali.





Sukarno bilang, upaya ASSA melakukan akuisisi saham perusahaan lelang Otomotif Asal Jepang yaitu PT Jepang Bidwin Auction (JBA) Indonesia sebesar 51% menjadi salah satu sentimen positif untuk ASSA sendiri untuk meningkatkan kinerjanya di tahun ini.





Sementara untuk BIRD, ia mengatakan bahwa akuisisi atas Cititrans untuk memperkuat bisnis shuttle antar kota provinsi (AKAP). "Tahun ini diprediksikan kinerja akan masih bisa tumbuh dilihat dari perusahaan selain mengembangkan segmen taksi juga kembangkan segmen non taksi," lanjutnya.





Lalu untuk WEHA, ia memprediksikan kinerjanya akan tumbuh meskipun target pertumbuhan moderat. "Karena belum berniat menambah armada baru jadi masih melakukan peremajaan armada sendiri," imbuhnya.





Kemudian untuk LRNA, ia juga memprediksikan kinerja akan lebih baik di tahun 2019. LRNA meskipun masih mencatatkan kerugian tapi kerugian mulai membaik jika dibandingkan 2017.





"LRNA melakukan strategi dengan menambah rute baru Transjabodetabek. Kemudian juga mulai memasuki segmen rental bus dengan kontrak kerja 1 tahun," terang dia.





Dari sisi saham, Sukarno merekomendasikan untuk sementara wait and see atas saham ASSA, mengingat secara teknikal memasuki tren bearish.





"Jadi pola pergerakannya memasuki transisi dari bullish bearish. Diharapkan nanti ketika harga menembus support Rp 720 per saham. Harga wajar untuk jangka panjang di level Rp 1.010 per saham," ujarnya.





Untuk BIRD, ia rekomendasi buy on weakness. "Harganya berpotensi melakukan pullback terlebih dahulu ke level Rp 3.250 per saham. Harga wajar untuk jangka panjang di level Rp 4.200 per saham," tambahnya.





Lalu untuk WEHA, Sukarno bilang pergerakannya cenderung sideways jadi kurang menarik untuk dikoleksi. "Harga wajarnya untuk jangka panjang di level Rp 175 per saham," katanya.





Begitupun dengan LRNA, ia juga melihat pergerakannya cenderung sideways jadi kurang menarik untuk dikoleksi. "Harga Wajarnya untuk jangka panjang di level Rp 200 per saham," tutupnya.





Sumber :
https://investasi.kontan.co.id/news/simak-rekomendasi-bagi-saham-assa-bird-weha-dan-lrna
Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi 
Editor: Yudho Winarto





butuh cleaning service panggilan jogja ? segera hubungi kami